Sabtu, 16 Juli 2016

Cinta, Musik dan Agama

Judul          : Fazan
Penulis       : Yudhi AW
Penerbit    : Lingkaran
Cetakan     : Pertama, 2016
Tebal         : 212 halaman
ISBN           : 978-602-73998-0-8
Peresensi : Zahrul Fadhi Johan

Niat memang banyak menentukan hasil akhir, namun tidak semua niat yang “salah” akan berujung pada hasil yang “salah” pula. Para tokoh dalam novel ini menjadi gambaran bahwa proses pendidikan yang tepat bisa merubah niat seseorang yang salah menjadi benar, bahkan bisa membawa pada hasil yang berkualitas.

Novel ini juga memberi inspirasi tentang cara mendidik remaja dari latar belakang yang kurang baik agar menjadi pribadi yang lurus sesuai kaidah norma dan ajaran agama. Dan musik menjadi sarana dalam mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, toleransi, dan jiwa besar bagi para remaja yang bermasalah tersebut.

Berlatar kehidupan di pesantren, novel ini memberi gambaran bahwa lembaga pendidikan agama tersebut bukanlah tempat yang eksklusif dan kaku, sebagaimana citra yang terbentuk atas beberapa pesantren di tanah air selama ini. Kisah dalam novel ini membuka cakrawala kita bahwa pesantren harusnya menebar kedamaian dan kenyamanan, juga bisa menjadi tempat yang ramah bagi para remaja yang ingin menjadi baik sesuai kapasitas mereka sebagai anak muda yang membutuhkan ruang untuk berekspresi.

Sebagaimana remaja pada umumnya, para santri juga mendambakan keindahan cinta dengan lawan jenis. Novel ini menawarkan gaya percintaan yang santun sesuai adab kesopanan namun tetap menguras emosi romantisme, mengajak pembaca membayangkan kehidupan remaja yang gaul namun bermartabat.

Novel ini mengambil setting waktu pertengahan tahun 1990-an sehingga bisa menjadi bacaan nostalgia bagi pembaca dewasa. Juga sangat tepat dibaca oleh anak-anak muda karena novel ini memang bergaya remaja. Dengan kemasan bahasa yang ringan dan alur cerita yang mengalir, novel ini menjadi nyaman dinikmati. Bahkan novelis senior Ahmad Tohari usai membaca novel ini langsung memberikan rekomendasi kepada anak-anak muda saat ini dan generasi 90-an untuk segera membacanya.

*Zahrul Fadhi Johan, Mahasiswa Pascasarjana UGM Jogjakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar